Jika Anda menginginkan kebahagian selama satu jam – tidurlah sebentar
Jika Anda menginginkan kebahagian selama satu hari – pergilah memancing
Jika Anda menginginkan kebahagian selama sebulan – menikahlah
Jika Anda menginginkan kebahagian selama setahun – warisi kekayaan
Jika Anda menginginkan kebahagian seumur hidup – tolonglah orang lain
Usia menghilang
Semakin berkurangnya usia, rasanya berat bagi saya bisa menggapai semua mimpi yang tak membumi. Waktu terlalu cepat berlalu tanpa pernah dapat dihentikan. Masih terekam jelas beberapa jam yang lalu, ketika saya datang terlambat ke sekolah. Namun nyatanya jam ini saya sedang duduk di hadapan sebuah kartu ucapan ulang tahun, bertuliskan angka 23.
Ada tiga masa dalam skema kehidupan setelah memasuki usia remaja, Idealisme, Realistis dan Religius. Saya dihadapkan diantara idelisme dan realistis. Transisi adalah masa terberat dalam sebuah kehidupan. Pilihan menjadi “Bodoh” untuk mau memahami banyak hal, mungkin ini menjadi kunci yang saya terapkan hari ini agar tak lagi kehilangan detik demi detik yang tak bermanfaat.
Harapan
Mimpi saya sederhana saat dituangkan dalam kata. Bermanfaat untuk diri, keluarga, masyarakat, Negara dan Agama. Terdengar seperti mimpi sapu jagat, tapi ada satu kunci dibaliknya “BERMANFAAT”. Skenario hidup memang belum sepenuhnya dibuat, sejauh ini saya hanya mengikuti kata hati dan mencoba untuk tidak membohongi diri sendiri. Pernah berhenti bekerja karena mengindari terlalu sering “Mengeluh” kepada atasan atau keputusan terbesar hari ini, memilih untuk benar-benar mengakhiri karir dalam dunia Professional Officer demi mengikuti kata-kata @RENECC “Get a life not get a Job”.
Empat tahun waktu yang cepat mendapatkan restu orang tua untuk memilih jalan hidup yang saya ingini, to be an Entrepreuner. Tak pernah berani langkah saya ketika orang tua mengatakan TIDAK dengan lantang. Dan restu mereka hari ini, tak layak jika saya terlalu banyak mempertimbangkan hal-hal yang tak perlu. START SMALL, START YOUNG.
Bukan sekedar ingin dan mendadak ingin. Keputusan ini adalah konsisten dari jatuh bangun yang terus dijalani dalam dua buah perahu. Saya tak berhenti menggeluti “Digital Marketing” yang menjadi kecintaan walau setiap hari bertemu dengan Core Teknologi IT dengan bahasa mesinnya. Di masa ini tak ada keluhan, bahkan kecintaan dan pelajaran lebih banyak mendominasi. Saya berada didalam sebuah perusahaan yang menjadikan pegawai sebagai asset dan pengembang bisnisnya, bukan lagi sebagi “PESURUH PERUSAHAAN”. Di sisi lain digital marketing mengantarkan saya bertemu dengan Corporate base untuk menularkan knowledge dengan komersial sistem. Namun hidup adalah perjalan dengan pilihan, setiap pilihan akan menghasilkan keputusan-keputusan berikutnya yang berbeda.
Tak sama
Dan pada akhirnya, semua terlalu cepat dan singkat jika sekedar mengeluh dan bermimpi tanpa pernah dimulai. CATAT! Uang dan rejeki itu tak sama, uang hanya sebagian kecil dari rejeki. Nikmati dengan penuh cinta, cintai dengan bukti konsistensi dan Doa. Hari ini, saya memulai dengan bahagia dan berharap akan selalu bahagia agar dapat mininggalkan bumi dengan BERMANFAAT.










