New Wave Marketing, era Ketulusan Brand

Saat ini beragam kegiatan Social Movement tumbuh subur di Indonesia, sebut saja Akademi Berbagi yang dalam waktu kurang dari 2 tahun mampu menyebarkan virus “berbagi bikin happy” ke lebih dari 33 kota. Pengajar Muda yang dikelola secara professional dibawah tangan dingin Anies Baswedan, berhasil menciptakan wajah baru sistem pengiriman guru muda ke pelosok-pelosok negeri.

Di wilayah lokal, Social Movement-pun makin menjamur, mengisi ruang-ruang kosong kesenjangan sosial. Ini fenemona yang menarik bila diulas mendalam terlebih dari sisi Marketingnya.

Piramida Maslow Terbalik

Masih ingat teori klasik piramida Maslow tentang hierarki kebutuhan manusia. Abraham Maslow menggambarkan bahwa tingkatan paling dasar dari manusia adalah pemenuhan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup (basic need), keselamatan dan kemananan (savety), kemudian yang tertinggi adalah aktualisasi diri (meaning). Maslow mengatakan bahwa manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan di level atas sebelum level dibawahnya terpenuhi.

Namun teori tersebut sangat bertolak belakang dengan fenomena Social Movement yang terjadi di negara kita. Social movement justru digerakan oleh anak muda yang baru memulai memenuhi kebutuhan dasarnya. Mereka bergerak karena keinginan untuk “Tampil” sebagai penolong masyarakat dalam memperpendek  jarak kesenjangan. Ini sudah berada dalam takaran Meaning, para penggiat pergerakan sosial cenderung memikirkan kebutuhan masyarakat banyak ketimbang kebutuhan mereka sendiri.

Menurut Zohar, manusia dengan kreatifitas akan mengubah dunia, tidak peduli apakah kebutuahnnya sudah terpenuhi atau belum. Manusia di era social media, semuanya dapat menjadi Media Company bagi dirinya sendiri. Apa yang mereka inginkan, mereka dapat lakukan dan menyebarkannya keberbagi arah.

Yang menarik adalah Zohar mengungkapkan bahwa sebelum Maslow meninggal dia menyesalkan teorinya sendiri dan merasa bahwa piramida tersebut seharusnya terbalik. Hal dasar dari seorang manusia adalah Aktulisasi diri, bukan lagi Basic Need untuk urusan perut.

Revolusi New Wave Marketing

Sebelum tahun 2000, marketing seakan-akan kehilangan arah dan pegangan. Kebosanan masa setelah satu dekade selalu disuguhkan dengan broadcast marketing yang hanya cocok di era revolusi industry. Masa disuguhkan dengan produk-produk masal dengan marketing yang bersifat vertical.

Akademi berbagi menerapkan New Wave Marketing untuk bisa berkembang dari segi kualitas dan kuantitas kegiatan. Dimana inti dari marketingnya adalah nilai-nilai yang ada didalam internal mereka dan melihat pasar sebagai manusia seutuhnya dengan pikiran, hati serta spirit yang tinggi. Tak elak, pemasarnya bukan lagi dari internal mereka, tapi justru penikmat nilai-nilai mereka (consumer).

New Wave Marketing, menitik beratkan pada isu-isu global yang dibawa dalam menyampaikan pesan. Melakukan co-creation many to many dan melibatkan consumer untuk bersama-sama membangun brand. Semuanya harus dibangun tanpa “Politik” yang berbau kepentingan sesaat. Brand harus dengan jujur, tulus dan terbuka kepada consumernya.

Yang perlu diingat, consumer saat ini sangat jauh berbeda dengan consumer sebelumnya. Knowledge mereka semakin tinggi dan saling terhubung satu sama lain dengan mudah. NEW CONSUMER, NEW STRATEGY

Dikuasai Anak Muda

Lihatlah perusahaan-perusahaan besar di Indonesia yang telah melakukan revolusi nilai-nilai internal, mereka dapat berkembang dengan hebat dan semakin kuat positioningnya. Mereka mencari bibit muda terbaik untuk memajukan perusahaan. Alasannya sederhana, anak muda inilah yang masih memiliki kejujuran, ketulusan dan keterbukaan untuk mendengar dan mendengarkan.  Inilah yang harus dimiliki oleh Brand dikala marketing sudah bersifat HORIZONTAL

Anak muda lebih mengerti kondisi masyarakat yang kini telah dikuasai oleh generasinya. Generasi yang semakin knowledgeable dan more connected. Generasi dengan kebutuhan dasarnya adalah Aktualisasi diri, ingin dilibatkan secara personal untuk kemajuan Brand yang mereka gunakan.

Selamat datang di era NEW WAVE MARKETING, DRIVEN VALUE MARKETING. Apapun bisnis anda bangunlah bersama consumer dengan ketulusan.

 

Waktu berjalan tanpa ada titik henti

Jika Anda menginginkan kebahagian selama satu jam – tidurlah sebentar
Jika Anda menginginkan kebahagian selama satu hari – pergilah memancing
Jika Anda menginginkan kebahagian selama sebulan – menikahlah
Jika Anda menginginkan kebahagian selama setahun – warisi kekayaan
Jika Anda menginginkan kebahagian seumur hidup – tolonglah orang lain

 

Usia menghilang

Semakin berkurangnya usia, rasanya berat bagi saya bisa menggapai semua mimpi yang tak membumi. Waktu terlalu cepat berlalu tanpa pernah dapat dihentikan. Masih terekam jelas beberapa jam yang lalu, ketika saya datang terlambat ke sekolah. Namun nyatanya jam ini saya sedang duduk di hadapan sebuah kartu ucapan ulang tahun, bertuliskan angka 23.

Ada tiga masa dalam skema kehidupan setelah memasuki usia remaja,  Idealisme, Realistis dan Religius. Saya dihadapkan diantara idelisme dan realistis. Transisi adalah masa terberat dalam sebuah kehidupan. Pilihan menjadi “Bodoh” untuk mau memahami banyak hal, mungkin ini menjadi kunci yang saya terapkan hari ini agar tak lagi kehilangan detik demi detik yang tak bermanfaat.

Harapan

Mimpi saya  sederhana saat dituangkan dalam kata. Bermanfaat untuk diri, keluarga, masyarakat, Negara dan Agama. Terdengar seperti mimpi sapu jagat, tapi ada satu kunci dibaliknya “BERMANFAAT”Skenario hidup memang belum sepenuhnya dibuat, sejauh ini saya hanya mengikuti kata hati dan mencoba untuk tidak membohongi diri sendiri. Pernah berhenti bekerja karena mengindari terlalu sering “Mengeluh” kepada atasan atau keputusan terbesar hari ini, memilih untuk benar-benar mengakhiri karir dalam dunia Professional Officer demi mengikuti kata-kata @RENECC “Get a life not get a Job”.

Empat tahun waktu yang cepat mendapatkan restu orang tua untuk memilih jalan hidup yang saya ingini, to be an Entrepreuner. Tak pernah berani langkah saya ketika orang tua mengatakan TIDAK dengan lantang. Dan restu mereka hari ini, tak layak jika saya terlalu banyak mempertimbangkan hal-hal yang tak perlu. START SMALL, START YOUNG.

Bukan sekedar ingin dan mendadak ingin. Keputusan ini adalah konsisten dari  jatuh bangun yang terus dijalani dalam dua buah perahu. Saya tak berhenti menggeluti “Digital Marketing” yang menjadi kecintaan walau setiap hari bertemu dengan Core Teknologi IT dengan bahasa mesinnya. Di masa ini tak ada keluhan,  bahkan kecintaan dan pelajaran lebih banyak mendominasi. Saya berada didalam sebuah perusahaan yang menjadikan pegawai sebagai asset dan pengembang bisnisnya, bukan lagi sebagi “PESURUH PERUSAHAAN”.   Di sisi lain digital marketing mengantarkan saya bertemu dengan Corporate base untuk menularkan knowledge dengan komersial sistem. Namun hidup adalah perjalan dengan pilihan, setiap pilihan akan menghasilkan keputusan-keputusan berikutnya yang berbeda.

Tak sama

Dan pada akhirnya, semua terlalu cepat dan singkat jika sekedar mengeluh dan bermimpi tanpa pernah dimulai. CATAT! Uang dan rejeki itu tak sama, uang hanya sebagian kecil dari rejeki. Nikmati dengan penuh cinta, cintai dengan bukti konsistensi dan Doa. Hari ini, saya memulai dengan bahagia dan berharap akan selalu bahagia agar dapat mininggalkan bumi dengan BERMANFAAT.

Nongkrong sebagian dari kesuksesan

Long weekend saat yang tepat untuk me-refresh diri dari penatnya rutinitas. Kongko-kongko atawa nongkrong sama temen, pilihan yang lumrah dilakukan oleh anak muda. Jakarta tak pernah berhenti berdetak apalagi jika ada bau-bau tanggal merah besoknya.

Semakin malam semakin ramai, semakin berkelas penampakan anak muda yang muncul di titik point setiap tempat nongkrong. Simple, gak kaku dengan berbalut jeans & rambut rapih tanpa berbelah mendominasi gaya para cowo. Kalau cewe, semakin celananya naek keatas, makin lengannya keliatan, ditambah rambut terurai akan terasa bahwa itu enak dipandang.

Malam ini saya memilih nongkrong di Seven Eleven  Blok M, ngobrol ngalor ngidul bareng temen-temen dari Akademi berbagi.  Dimulai dari ngebahas buku “We are all weird” nya Seth Goding, isinya tentang market yang terjadi saat ini cenderung  spesifik. Bahwa  brand akan lebih sulit masuk ke pasar yang terlalu normal, karena semakin hari consumer lebih memilih barang  atau jasa yang mereprentasikan ke AKU-an. Bukan sekedar apa yang banyak orang gunakan.

Malam semakin larut, raut wajah anak muda disekitar saya semakin serius . Beberapa obrolan yang saya kupingi membahas hal-hal yang semakin detail, tentang keluhan terhadap pekerjaan dan sebagian tentu membahas kisah percintaan. #Galau!! ya mereka dan saya bisa dideskripsikan dengan satu kata ciamik ini. Mungkin saya bisa dengan yakin mengatakan bahwa semua anak muda ditempat ini menginginkan tujuan yang sama “Get a Life with Financial Freedom”.

Bagaimana caranya? Nongkrong ini adalah titik dimana kegalauan saling tercurahkan, yang satu sebagai Problem Maker dan yang lainnya berperan sebagai Problem Solver. Saya pikir, dua bagian tersebut sama-sama sebagai objek penggalauan. Problem Maker ditunjukan dan diyakinkan oleh problem Solver dengan teori pengalaman yang mereka alami atau sekedar melihat best practise. Inilah nongkrong, bukan diskusi para anggota DPR yang semua merasa pintar.

The Power of We ditempat nongkrong banyak melahirkan gagasan hebat yang tak pernah terfikirkan saat jam kerja atau saat jam kuliah. Mereka bisa ketawa terbahak-terbahak sambil membahas hal yang sebeneranya kompleks. SITUATION, IDEAL dan COMPLICATION, sebuah framework yang bisa diterapkan untuk pencapaian mimpi setiap orang dan secara tidak sadar format inilah yang selalu menjadi obrolan ditempat nongkrong.

Tukar pendapat saat nongkrong lebih menyentuh hati untuk melakukan perubahan dan membangun kekuatan mencapai mimpi. Tanpa disadari disana terbangun kepercayaan yang kuat, bahwa AKU tidak sendiri mengejar mimpi dan AKU bisa kapan aja berbagai saat AKU merasa lelah untuk kemudian terpecut dan berlari.

Bagi orang yang memandangan anak muda nongkrong secara skeptis, sebaiknya anda pikir ulang. Disinilah kejujuran dan kreatifitas pikiran mereka terbebaskan. Ingat petikan dari kata-kata bung Karno “Berikan aku sepuluh anak muda yang cinta tanah air, maka aku akan mengguncang dunia”
Dan mungkin 10 anak muda tersebut adalah anak muda yang suka nongkrong di akhir pekan. :) Siapa yang bisa menjamin? Tentunya, Waktu!

 

Change a problem into a challenge

 

 

Ini Tentang Aku, Bukan Tentang Mereka Apalagi Tentangmu

01 Apr. 12 02.45 Cico Resort, Bogor

Aku tak bisa lagi menghitung berapa jumlah temanku saat ini, entah berapa banyak manfaat yang kudapat dari kehadiran setiap orang dalam hidupku. Semuanya membawa arti, memunculkan harapan akan masa depan yang bisa diramalkan oleh diri sendiri. Bukan Tentang mereka, juga bukan tentang kamu. Ini tentang AKU.

Pagi ini aku bersama orang-orang yang mempunyai semangat untuk berbagi dengan hal kecil untuk sesuatu yang lebih besar. Mereka dari ujung-ujung negeri, bahkan dari kota yang mungkin aku belum pernah dengar sebelumnya. Aku berada dalam sebuah gerakan sosial movement yang bernama AKADEMI BERBAGI. Gerakan yang membawaku mengenal banyak ilmu, tak sekedar ilmu praktis tapi juga ilmu kehidupan.

Dulu aku sangat bermimpi bisa berada dalam sebuah gerakan bernama Indonesia Mengajar. Pergi ke pelosok negeri untuk mengajarkan ilmu yang aku miliki. Tapi dua tahun berturut –turut aku mencoba, tuhan belum juga membukakan pintuNya. Entah apa maksudNya mengajarkan kegagalan dengan cara seperti itu, aku merasa mampu dan berniat tulus untuk menebar manfaat namun benar God does not give you the people you want, God gives you the people you need.

Mimpi untuk melakukan dan merasakan sesuatu tidak akan pernah berubah dalam diri setiap manusia, perasaan itu akan terus ada. Namun, hari ini akan menjadi hari esok dan hari esok pasti berubah nama menjadi hari ini. Ya, hari ini tuhan memberikan mimpi yang aku Butuhkan, menjadi objek dimana aku berada dalam kehangatan didalamnya. Sebuah gerakan yang berorientasi pendidikan namun dengan cara yang berbeda dalam Keinginan mimpiku. Disini aku sebagai mediator untuk mendatangkan pengajar yang jauh lebih berilmu ketimbang semangatku dulu, mendatangkan murid yang mempunyai misi yang sama denganku, Menjadi lebih baik dihari depan.

Sekali lagi, ini bukan tentang mereka apalagi tentang kamu. Ini tentang AKU!

Di depan sebuah meja bundar, kami duduk membentuk lingkaran mendiskusikan mengenai mimpi dan konsistensi. Bukan tentang mereka, bukan tentang gerakan ini tapi untuk setiap AKU yang ada disana. I Love you but im not in love you, sebuah kalimat yang sangat dramatis dalam benakku. Tidak ada deskripsi panjang tentang kalimatnya, aku hanya perlu mengerti bahwa aku  bukan membantu gerakan ini berjalan tapi akulah penggeraknya.

Aku dan aku lainnya jelas berbeda, everybody is Unix. Keunikan yang menarik terbentuk dari sebuah proses panjang yang tak sekedar mengelitik. Bimbang, kecewa bahkan tangis mewarnai jalan kehidupan, dia tak mengenal apakah aku wanita cantik atau laki-laki miskin sekalipun, dia akan menempaku menjadi berlian. Yang aku perlukan hanya konsisten dan imporvement terhadap mimpi. Ketika aku menyakini maka aku akan mendapatkannnya, itu lah yang terjadi dari beberapa aku di hadapan meja itu.
Ketidakberhasilan keinginan bukan hanya hadir karena terlambatnya merealisasikan aksi atau mungkin  terlalu tergesa-gesanya reaksi, ini tentang cara berbicara dan merasakan diri sendiri.

Konsistensiku dihajar dalam-dalam di meja itu, aku membanggakan berada dalam nama besar dan perasaan yang terus berkembang untuk memiliki lebih dalam. Aku tak menjanjikan apapun terhadap masa depanku, pagi ini aku mulai merapihkan susunan-susunan kecil untuk menjemput kebutuhanku setiap hari ini.

Ini tentang aku, bukan tentang mereka apalagi tentangmu.

Keyakinanku berada dalam jalur yang benar untuk konsisten hingga target yang belum berujung digapai. Aku akan bersama dengan daily process hidup untuk membuka hari ini berulang-ulang kali denganmu.

Dan lembaran ini aku buat, untuk meyakinkan seorang aku bernama ……………………. yang entah kapan aku mulai mengenalnya. Bahwa aku akan terus berjuang dan menikmati  untuk mendapatkan mimpiku. Mendirikan sebuah gerakan bernama KELUARGA dengan proses panjang yang berjalan tak sekedar dengan kata ingin, tapi kebutuhan dengan dua orang aku yang diberikan tuhan untuk terus BERMIMPI.

 

IM IN LOVE WITH YOU

 

AKU, TOMMY HERDIANSYAH

Terima kasih akber solo

SOLO, kota yang selalu membuat saya rindu untuk kembali. Ini kali ke 3 saya menginjakkan kaki di bumi surakarta. Tujuan utamanya ingin menjenguk Tante sekaligus ibu kedua saya yang mendadak terkena stroke berat. Ternyata hari ini ada kelas Akademi Berbagi Solo, topiknya“Publik Relation”. Wah menarik, karena saya berharap kelas kali ini akan meninggung bagaimana Solo menggunakan PR sebagai media “menggoda”para calon turis lokal untuk datang ke kota yg penuh budaya ini.

Dan benar saja, ternyata guru yang mengajar kali ini adalah juaranya PR di Solo, @RetnoSolo. Ketua PRO SOLO (Komunitas PR Solo) dan Manager PR Hotel Sunan Solo. Kelas hari ini rencananya di buka 15.30, tapi saat itu suasana kota solo gerimis dan terkadang hujan deras. Menjelang jam 4 sore, kelas baru diisi sekitar 10 orang tapi taukah kamu tepat pukul 4 sore, kelas PENUH, tumplek blek. Bahkan ada yang berdiri. Hebat!! Wong solo semangat belajarnya sangat tinggi. Dan yang pasti “Wedok”nya cuantik tenan. :)

Kelas di buka oleh 2 teman volenteer @akberSolo yang dilanjutin dengan mulainya pembahasan tentang apa yang akan dikerjakan oleh orang PR.

Orang-orang PR harus memiliki analisis yang tajam, komunikasi dengan penguasaan bahasa asing yg kuat disertai mengerti bagaimana teknik publikasi, tapi yang terpenting adalah tau seluk beluk meedia, baik offline maupun online. Apalagi saat ini social media menjadi jalan yang sangat efektif dalam membantu orang PR untuk mendeliver content yang sudah dibuat.

Perbincangan makin hangat di sebuah tempat yang sangat nyaman, peserta banyak yang bertanya mengenai “Bagaimana PR dapat mengatasi Krisis Management/Perusahaan yang sudah terpublish luas di media” . Mbak @RetnoSolo menjelaskan, bahwa PR harus membentuk TIM krisis dengan dukungan yang kuat dari pihak Management tertinggi perusahaan. Disinilah PR akan teruji, karena seluruh kemampuan orang-orang PR akan dikeluarkan. Kemudian untuk mendapatkan kembali hati “consumer” maka PR harus bisa menyentuhkan mereka dengan hati dan trust. Ini persis seperti yang ditulis oleh @yuswohady dalam bukunya “Womanology”.

 

Hingga akhirnya kelaspun harus ditutup karena waktu hampir mendekati magrhib dan seperti di kelas-kelas akber lainnya, selalu ada yang menarik setelah kelas selesai, foto bersama dan saling ngobrol santai baik tentang PR mauapun ngalor ngidul lainnya. Dan hari ini saya mendapatkan buanyak sekali teman baru dengan culture yang berbeda namun dengan semangat yang sama …..

“Berbagi Bikin Happy”

Terima kasih Solo, sampai jumpa lagi

 

Tidak ada jujur di Wikipedia

Jujur adalah……………..(googling ke wikipedia) , lhoh kok gak ada result yang tepat tentang kata jujur di sana, padahal biasanya setiap topik yang saya ingin tulis di blog selalu saya cari dulu di wikipedia.  Segitu rumitkah kata jujur sampe gak ada yang mao nulis tentang maknanya. Ternyata memang benar jujur itu susah-susah gampang, susah kalau ternyata gara-gara jujur kita merasa akan kehilangan opportunity setelah mengakuinya atau malah menjadi gampang kalau kita melihat dari segi kenyataan bahwa kita gak akan kena dampak apapun dari kejujuran itu.

Banyak cerita menarik dibalik kejujuran, banyak yang akhirnya merasa menyesal telah berkata jujur. “Coba tadi gw gak ngaku yah, gak akan begini kan jadinya. Bisa-bisa dipecat nih.” Begitu kata seorang pegawai yang berkata jujur saat kantornya di audit dan dia mengakui adanya “kecurangan” yang sengaja dilakukan atasannya. Kalau saya jadi dia, memang susah posisinya. Antara lepas dari jeratan bosnya atau lepas dari jeratan “Tanggung jawab”.

Saya ingat betul ada sebuah scene di film favorit saya “My name is Khan”, ketika Khan harus menjual produk kosmetik perusahaan kakaknya, dia menjual ke sebuah salon dan melakukan penjelasan marketing yang sangat menarik tapi diujung penjelasannya dia membisikan kepada sang manager salon tersebut bahwa sebenarnya produk dia gak begitu baik dan menyebutkan beberapa kelemahan yang sebenarnya terkandung didalamnya tentu bukan berarti produknya gak layak pakai, dia hanya berusaha untuk merasionalkan pemikiran sang calon pembeli aja. Bodoh!!!, itu yang mungkin kita katakan kepada Khan kalau kita jadi kakaknya yang notabene pemilik produk tersebut TAPI “Wow, anda sangat jujur. Saya mao beli produk ini” begitu kata sang manager salon. hahhaa, menarik yah.

Dari sahabat Hakim bin Hizam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu.[1]

-Sumber http://remajaislam.com/islam-dasar/akhlaq-mulia/136-jujur-akan-menuai-berkah.html -

Yang pasti kejujuran itu selalu terbalik dengan kebohongan, sekali kita jujur mungkin kita bisa berbohong esoknya tapi kalau sekali aja bohong biasanya kebohongan berikutnya akan muncul. Jadi sungguh berat untuk istiqomah hidup dalam kejujuran, perlu perjuangan dan keberanian. Namun yang nikmat dalam kejujuran adalah setelah melakukannya lalu kita berserah apapun yang akan terjadi dalam hidup adalah kekuasan Allah.

Sering saya berfikir tentang kejujuran untuk mengatakan buruknya masa lalu kepada orang yang  ingin mengetahui track record kita, haruskah kita mengatakannya? sedangkan kita sudah ingin berubah dan melupakan hal-hal tersebut.  Disini ada dilema besar dan sesungguhnya hingga saat ini saya belum mengetahui jawaban yang pasti namun setidaknya saya akan mengatakan apa yang harus dikatakan dan Allah-lah maha sebaik-baiknya penjaga rahasia kita.

Dari banyak referensi yang akhirnya saya ambil, hampir semuanya mengatakan bahwa kejujuran akan membawa keberkahan, berkah yang seperti apa? keberkahan bagi ruh dan jiwa kita kelak di mata Allah dan inipula lah sebaiknya-baiknya keselamatan kita di dunia dan akhirat. Dan yang perlu saya tanamkan bagi diri saya pribadi adalah kejujuran itu merupakan cobaan yang harus dilalui, semakin berat ujiannya maka semakin tinggi level kita mencapainya. Bismillah, perubahan untuk selalu jujur dimulai dengan 3M nya AA-Gym, Mulai dari sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulai sekarang.

Selamat tinggal BiangWeb

 Sedih..

Yap sedih rasanya, membaca surat perjanjian merger salah satu usaha pertama yang telah membawa saya bisa mencapai sekarang ini. Usaha yang bergerak di bidang jual beli hosting dan nama domain ini saya dirikan bersama @ramadoni &@shandyisme pertengahan 2009. Ada 2 pasal didalam surat itu yang membuat saya sedikit bergetar.

***** dan BIANGWEB telah bersepakat bahwa nama usaha BIANGWEB.COM akan
menjadi Hak Milik *****.
***** dan BIANGWEB telah bersepakat pula, bahwa semua pelanggan, dari
BIANGWEB akan menjadi pelanggan *****.

Kedua pasal tersebut mengartikan bahwa Biangweb sepenuhnya tidak lagi berada di bawah wewenang kami dan semua pelanggan yang selama ini berhubungan baikpun bukan lagi kami yang melayani. Keputusan diambil semata-mata untuk para pelanggan yang selama ini masih setia menggunakan jasa Biangweb, kami harus memikirkan mereka. Sempat terfikir Biangweb hosting akan kami suntik mati dan mengembalikan uang seluruh pelanggan yang masih menggunakan Biangweb tapi kami sadar betul dari 200an lebih pelanggan yang masih menggunakan jasa Biangweb tidak seluruhnya mengerti bagaimana cara memindahkan hosting dan dari analisis yang ada mayoritas dari mereka biasanya lebih merelakan webnya hilang begitu saja karena rumitnya perpindahan data antar server, ini Sangat tidak kami inginkan. Alasan ini lah yang mendasari kami untuk memilih jalan tengahnya, menyerahkan(merger) ke jasa Webhosting lain tapi dengan syarat nama Biangweb tetap ada dan kami sangat yakin bahwa kedepannya pelanggan kami akan merasakan perbedaan yang signifikan dari segi pelayanan yang diberikan tentunya pelayanan yang lebih baik karena merger ini dilakukan dengan perusahaan webhosting yang sudah ternama di Indonesia dan support mereka terhadap permasalahan pelanggan bisa diacungi jempol.
Jadi bagi pelanggan Hosting Biangweb jangan takut dengan adanya merger ini, karena akan menguntungkan anda kedepannya :) Trust Me!

Perjalanan ini

Saya ingat betul gimana idealisme kami saat membangun Biangweb, penuh harapan dan kepedulian. Biangweb awalnya bukan cuma jualan hosting tapi kami juga sebagai webdeveloper, target market kami adalah UKM. Semua benar-benar dari nol besar, hanya bermodal laptop dan koneksi Internet dirumah masing-masing hingga akhirnya kami membuka kantor pertama di ruangan 3×2 meter di depan halaman rumah @shandyisme, bermodalkan beberapa project kami mere-design ruangan itu. Pelanggan hosting terus bertambah, project web juga alhamdulillah ada aja. BiangWeb terus berkembang, kita pindah kantor ke tempat yang lebih besar, disana BiangWeb menjadi sebuah Group membawahi beberapa unit usaha, diantaranya BiangPrivate (Kursus pelajaran untuk anak SMA), BiangNetwork (Installasi Jaringan komputer warnet dan small Office) dan Biangweb pun dipecah menjadi Biangweb Hosting dan BiangWeb Development. Hingga akhirnya ada satu masa ketika kita harus kehilangan satu dari 3 co-founder dan singkat cerita kami mengalami disorientasi bisnis, usaha BiangWeb hanya menyisakan Hosting dan WebDeveloper sedangkan yang lainnya benar-benar Failed.

Orientasi Bisnis Berubah

Seiring waktu berjalan personil pun berganti menjadi saya, @shandyisme dan @gegepoweranger nama usaha dan arah bisnis berubah menjadi Konsultan Digital Strategi, tidak mudah dan butuh waktu hampir satu tahun untuk mendeklarsi usaha baru ini. Disisi lain BiangWeb yang menyisakan usaha Hosting kekurangan resource untuk maintenance-nya, kendala yang sangat berat untuk bisa tetap dipertahankan dan pada akhirnya saya dan @shandyisme memutuskan untuk me-merger BiangWeb Hosting dan melepas namanya kepada perusahaan yang bersedia meminang.

Business must go on, itulah kata-kata bila kita ingin tetap survive menjadi entrepreneur. Terus berkembang tp jangan korbankan integritas yang sudah terbangun lama.  Saat ini kami harus fokus untuk mengembangkan bisnis yang dijalani. Alhamdulillah lewat kerja keras dan semangat ke 3 pengurus yang sekarang, kami sudah bisa menembus pasar nasional, client kami yang terakhir adalah  Martha Tilaar Group dan akhir tahun ini kami mendapat kontrak dari salah satu BUMN Pembuat Vaksin dan Imunisasi. Inilah proses dan kami sangat menghargai setiap langkahnya.

Selamat tinggal BiangWeb. 

Lewat artikel ini, saya mewakili tim BiangWeb mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pelanggan dan siapapun yang mendukung usaha BiangWeb selama ini, tanpa ada pelanggan kami tidak akan bisa mencapai usaha hingga sejauh ini. Sekali lagi terima kasih dan selamat tinggal BiangWeb.

Note :
Web Hosting adalah salah satu bentuk layanan jasa penyewaan tempat di Internet yang memungkinkan perorangan ataupun organisasi menampilkan layanan jasa atau produknya di web / situs Internet
Domain adalah sebuah alamat, yaitu alamat sebuah homepage, website atau situs


Akhirnya! #akberdepok03 – Social Media for SME.

Resmi sudah rasanya Akademi Berbagi memiliki cabang wilayah Depok, karena dari 2 kelas #akberdepok sebelumnya diadakan di wilayah Jakarta Selatan yang mepet Depok.

Kelas berjudul “Social Media for SME” ini menghadirkan Yuswohady (Siwo) sebagai gurunya, seorang pakar marketing Indonesia yang saat ini beliau fokus menjadi Independent Marketing Consultant, penulis buku dan trainer marketing.

Kelas dijadwalkan pukul 14.00 WIB, namun karena tempat yang kita gunakan sebagai kelas adalah kafe yang juga biasa dijadikan ruang rapat, maka kita harus menunggu komunitas sebelumnya untuk menyelesaikan rapatnya.

Pukul 14.30 WIB @dbrahmantyo yang merupakan Kepala Sekolah #akberdepok membuka kelas #aberdepok03 kemudian dilanjutkan oleh mas Siwo yang menjelaskan tentang pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan berbagai fenomena global yang mempengaruhinya. Mas Siwo pun menjelaskan tentang betapa pentingnya UKM bagi kekuatan ekonomi Indonesia. Saya tidak bisa menjelaskan secara detil slide per slide disini, tapi ada beberapa hal yang menjadi catatan saya dari kelas ini:

  • Ketika sebuah brand ingin masuk ke Social Media, mereka harus tau kondisi psikologi dari target market mereka.
  • Berdasarkan poin pertama, brand harus merancang konten yang tepat untuk menjaring mereka. Dengan konten yang baik, target market akan datang ke kanal Social Media yang dibuat. Poin inilah yang menuntut kita untuk dapat berkreatifitas lebih, bila ingin mendapat value yang tinggi maka konten yang dibuat harus memiliki differensiasi yang menarik. Sulit! ya sulit, kalau gampang semua orang juga bisa dong. :)
  • Kenapa harus melakukan poin ke dua? ini karena Social Media marketing bersifat horizontal,customers dan brand berkedudukan sejajar karena interaksi yang terjadi secara dua arah, tidak seperti media marketing lainya yang bersifat broadcast atau Vertikal. Brand beriklan di TV tanpacustomers bisa berpendapat langsung terhadap produknya. Inilah bedanya Social Media marketing dengan marketing konvensional/tradisional.
  • Dengan Social Media, dimungkinan bagi brand dapat membuat produk atau sistem penjualan yang sesuai dengan kemauan customers. “Listen your customers for create “Co-Creation Product”. Ini yang dilakukan oleh contohnya Starbucks, dimana mereka membuat sebuah portal untuk menyaring ide-de dari customers tentang produk dan sistem mereka dan memasukkan ke dalam strategi mereka; dan ini EFEKTIF.

Untuk detilnya, silakan melihat poin-poin yang disampaikan di slideshare ini.

Kelas pun berkembang bukan cuma mengenai poin-poin yang terdapat di dalam slide. Mas Siwo menjawabarkan tentang beberapa fenomena yang terjadi di Indonesia saat ini yang dirangkumnya di dalam perbincangan di twitter dengan hastag #C3000 atau Customer 3000. Angka 3000 diambil dari pendapatan perkapita Indonesia yang udah mencapai $3000/tahun. Ini era dimana sebuah negara dianggap seksi dan menarik untuk berinvestasi. Nah, permasalahannya kemudian, negara yang sedang seksi-seksinya ini sangat rentan di colak-colek sama negara lain, investor asing menguasai hingga market-market yang bersentuhan langsung dengan mayoritas masyarakat. Lalu dimana #E3000. Apa lagi itu #E3000??

#E3000 adalah Entrepreneur 3000! Ya, Entrepreneur dari berbagai bidang yang sudah mencapai atau akan mencapai laba $3000/tahun. Berdasarkan berbagai sumber, ternyata Indonesia masih membutuhkan minimal 4,1 juta entrepreuner 3000 ini. Inilah tantangannya sebagai marketer untuk mencapai dan melahirkan kasta jenis ini.

Banyak tantangan ketika kita memutuskan untuk menjadi bagian dari #E3000, yaitu differensiasi produk dan juga membaca secara tepat market yang kita tuju, tapi jangan kendor semangat dulu. INGAT, pasar di Indonesia ini masih sangat besar, pasar Indonesia itu aduhai, jualan gorengan aja bisa untuk menghidupi keluarga, jualan kopi bisa mendunia, mengantarkan orang dari Depok ke Bandung bisa jadi milyarder (mis: Cipaganti Travel).

Fenomena #C3000 bisa dibilang akan melahirkan banyak OKB (orang kaya baru) dari kelas menengah secara masal. Produk-produk yang dulunya dikategorikan sebagai “luxurious”, sekarang ini hampir semua orang memilikinya. Jadi, kita harus sadar terhadap fenomena market yang terjadi di Indonesia sekarang ini dan kedepannya. Dan kelas menengah ini powerful! Kelas menengahlah yang mejadi pendorong utama perubahan di suatu negara/bangsa. Konon, keberadaban sebuah bangsa dipengaruhi oleh tingkat keberadaan (kemakmuran) nya; begitu juga sebaliknya. Saatnya kita untuk dapat lebih peduli dengan hal tersebut.

Wah, terdengar seperti melenceng dari judul kelasnya :) Bagi saya, inilah yang disebut Akademi Berbagi, tidak ada pola khusus yang mewajibkan sang guru mengajar hanya berdasarkan kurikulum resmi yang dibuat sebelumnya, disini guru pun bisa menjadi murid dengan saling berbagi wawasan dan pengelaman. Mas Siwo mengatakan bahwa enaknya sharing semacam kelas #aber ini adalah pembicara itu bisa belajar dari peserta yang hadir, inilah era horizontal sistem belajar semua sama-sama mengembangkan pengetahuannya.

Disela-sela kelas, ada hal menarik dari lelucon mas Siwo, “Biasanya saya kalau jadi pembicara itu dibayar, hari Senen sampe Jumat mengejar dunia, berbagipun dapat duit. Tapi kalau disini saya gak dibayar karena saya nyari akhirat. Hidup kan harus balance antara dunia-akherat kan?”

Inilah Akademi Berbagi, yang lahir dari pemikiran Mbak Ainun bahwa masih banyak orang baik di Indonesia yang mau dengan tulus membagi ilmunya dan bahwa belajar itu mudah gak harus bayar apalagi mahal.

Dan seusai kelas ditutup, beberapa peserta pun melanjutkan diskusi bersama peserta lainnya; berbagi informasi dan pengalaman masing-masing.

Apapun kelasnya, dimanapun lokasinya siapapun orangnya. Berbagi itu bikin Happy!!
~ ditulis oleh relawan pengelola #akberdepok @ka2tomi (di edit oleh @dbrahmantyo) untuk Akademi Berbagi
sumber : http://akademiberbagi.org/news/2011/12/17/84/akhirnya_akberdepok03_social_media_for_sme.html

Kaya dengan berbagi

@muhamadridwan: Semua Orang Mau KAYA, Ternyata Kunci KAYA adalah MengKayaKan Orang Lain.#BahagiaBISMA

Tweet pagi yang membuat saya  semakin merasa di jalur yang benar, saya ingin sekali menjadi kaya, berlimpah harta dan memiliki uang yang tak ada habisnya. Kenapa harus se-ambisius itu? ya karena Islam mewajibkan umatnya untuk kaya, dengan kaya kita akan lebih muda beribadah, mudah beramal dan yang pasti dapat memakmurkan umat.

Dalam buku Ippho santosa “8 Percepatan Rejeki”, dia memberikan gambaran bahwa Nabi dan para sahabat adalah orang-orang kaya. Begini kutipan dari bukunya.

  • Nabi menjadi Pedagang sejak usia 12 tahun dan menjadi Pengusaha selama 25 tahun.
  • Beliau berdagang ke Luar Negeri setidaknya 18 kali, menjangkau Syiria, Yaman, Bashra, Iraq, Yordania dan Bahrain
  • Nabi Menyerahkan puluhan Unta muda untuk Mas Kawin Beliau
  • Beliau juga Memiliki banyak unta perah dan 20 untanya pernah dirampas oleh Uyainah bin Hish
  • Beliau memiliki unta pilihan (Al-Qoshwa) dan Keledai pilihan untuk memudahkan perjalanan dan perjuangan
  • Umar bin Khattab mewariskan 70.000 properti senilai Triliunan rupiah.
  • Ustman bin Affan mewariskan property sepanjang Aris dan Khaibar senilai triliunan rupiah
  • Abu Bakar mensedekahkan seluruh harta kekayaannya juga bernilai triliunan rupiah.

Bisa kita lihat betapa nabi dan para sahabatpun mengejar harta duniawi secara ambisius tapi yang perlu kita catat dan garis bawahi adalah gaya hidup mereka SANGAT-SANGAT SEDERHANA, mereka menggunakan kekayaan semata-mata sebagai media untuk beribadah kepada Allah. Tidak ada harta yang digunakan untuk nafsu belaka, makanya nabi pun hanya memakai pakaian, alas tidur dan makanan ala kadarnya.

Pertanyaannya  kemudian bagaimana kita bisa menjadi kaya seperti itu, ternyata memang benar prinsip sedekah & ilmu. Semakin kita berbagi maka akan semakin banyak kita mendapatkan.

 ”Hitungan Allah tidak sama dengan hitungan manusia, sedekah itu membuat kita semakin kaya bukan semakin miskin” 

Mengayakan orang lain tidak selalu bicara tentang materil, mengayakan orang lain tidak sesempit itu pengertiannya, sebab menjadi kaya adalah proses dan persetujuan dari Allah. Ingat setiap manusia diberikan jalannya masing-masing untuk meraih kekayaannya, lalu bagaimana  cara lain untuk membuat orang lain menjadi kaya? PENDIDIKAN! Ya pendidikan, karena didalam pendidikan ada ilmu, ilmu itulah yang menjadi kunci kekayaan, tidak ada satu orangpun didunia yang bisa meraih kekayaan tanpa ilmu. Bukankah anda punya ilmu? saya yakin anda pasti punya banyak ilmu yang dapat membuat anda kaya, nah berarti kesempatan kita untuk membuat orang lain menjadi kaya bersama kita semakin lebar, buatlah diri kita untuk bermafaat bagi orang lain. Jangan menunggu untuk orang lain menganggap anda adalah guru, datanglah dan berikanlah dengan ikhlas ilmu yang anda punya kepada siapapun yang anda temui karena dengan begitu setiap kata yang keluar akan membuat diri kita termotivasi untuk mendapatkan ilmu yang lebih dibandingkan hari ini, jangan pelit sama ilmu, jangan ragu untuk beragi karena disanalah kekayaan kita ditanam. Jadi yuukk kita kayakan diri kita dengan berbagi kepada orang lain. Dimulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai sekarang!

BERBAGI BIKIN HAPPY – Akademi Berbagi

 


Need dan Want sudah rujuk kembali

Membaca tulisan pak Siwo yang berjudul Decoupling membuat saya nekat menulis ini untuk mencoba melatih intuisi saya dalam menganalisa kebenaran sudut pandang pak Siwo yang selama ini saya jadikan mentor dalam belajar ilmu marketing. Tulisan pak Siwo kali ini memperspektifkan bagaimana perubahan prilaku konsumen yang dulunya membeli sesuatu yang dibutuhkan menjadi sesuatu yang diinginkan.

Berbekal situs kamus bahasa Indonesia online saya mencari definisi sesungguhnya dari kedua kata tersebut, butuh dan ingin. Kata butuh diterjemahkan sebagai “sangat perlu menggunakan; memerlukan” sedangkan kata ingin berarti “hendak; mau; berhasrat” . Dari hasil tersebut ternyata tidak sepenuhnya kedua kata tersebut bertentangan, kata “Memerlukan” masih berkorelasi dengan kata hendak atau mau. Ketika kita memerlukan suatu barang maka kita akan dipaksa untuk mau memilikinya dan kemudian setelah ada kemauan tersebut kita akan melakukan sebuah aksi untuk segera mendapatkannya, ya dengan cara membeli, pinjam atau cara lainnya yang kita gak perlu membahas halal atau haram caranya.

Namun dalam berbagai kasus yang dijelaskan dalam tulisan pak Siwo, memberikan saya kesimpulan sementara bahwa kedua kata tersebut saat ini sudah resmi bercerai jika dipandang dari bidang marketing.

Sangat menarik memang karena jauh-jauh hari sebelumnya beliau sudah mempopulerkan sebuah level konsumen dengan sebutan “Customer3000”. Konsumen yang memang berada pada level kegalauan antara membeli beli barang sesuai kebutuhan atau berdasarkan keinginan semata dan ternyata level konsumen ini memang lebih banyak dikalahkan oleh hingar bingar bahwa memiliki suatu produk terbaru dapat meningkatan level pencitraan.

Sampai di paragraf ini saya teringat pernah membaca sebuah presentasi menarik tentang analisis karater konsumen Indonesia. Dalam presentasi tersebut ada 10 karakter yang disebutkan.

  1. Berfikir jangka pendek
  2. Tidak berencana
  3. Suka Berkumpul
  4. Gengsi
  5. Suka merek luar negeri
  6. Orientasi pada konteks
  7. Religius
  8. Kuat di Sub-Culture
  9. Gagap tehnologi
  10. Kurang peduli lingkungan

Dari 10 karakter tersebut setidaknya #C3000 memiliki 5 karakter pertama. Kenapa saya sebut demikian karena dari penjelasannya memang memperlihatkan mayoritas sifat konsumen di Indonesia. Kelima karakter itu memiliki sifat biasa mencari produk yang bisa memberikan benefit jangka pendek gak peduli apakah barang yang dibeli dapat dipakai hingga waktu yang lama atau tidak, sifat lainnya adalah kebiasaan sistem kebut semalam, belanja seakan-akan barang tersebut akan habis stoknya bulan depan jadi harus dibeli malam ini juga. Lucunya Customer3000 ini berada pada usia muda atau usia tua yang mengaku masih muda #nomention. Jiwa muda adalah jiwa yang sering kali tidak dapat mengambil keputusan dengan cepat karena bahan pertimbangan yang relatif kurang dan lebih banyak dipengaruhi oleh karakter lingkunganya oleh sebab itu C3000 sangat dekat dengan yang namanya WOM (Word of Mouth).

Dan saya ternyata sangat setuju dengan sudut pandang pak Siwo yang mengatakan bahwa saat ini marketer ditantang mencari formula dalam me-manage “Keinginan” konsumen untuk memenangkan pasar. Mungkin sedikit saran saya untuk para marketer dengan membanggakan kamus bahasa Indonesia yang saya gunakan bahwa kata “Butuh” dan “Ingin” masih berkorelasi, cobalah memformulasikannya dengan cara menciptakan sebuah produk atau sistem penjualan yang saat ini hanya “Diinginkan” oleh beberapa konsumen tapi dalam waktu yang cepat akan menjadi “Kebutuhan” oleh mayoritas penduduk Indonesia, manfaatkanlah WOM yang sangat potensial untuk menjadi sejata paling ampuh di era advertising yang segmentit ini. Ayo marketer Think Out of the Box.

Perilaku Berbelanja Karakter Konsumen "Berfikir Jangka Pendek"

 

Switch to our mobile site