SOLO, kota yang selalu membuat saya rindu untuk kembali. Ini kali ke 3 saya menginjakkan kaki di bumi surakarta. Tujuan utamanya ingin menjenguk Tante sekaligus ibu kedua saya yang mendadak terkena stroke berat. Ternyata hari ini ada kelas Akademi Berbagi Solo, topiknya“Publik Relation”. Wah menarik, karena saya berharap kelas kali ini akan meninggung bagaimana Solo menggunakan PR sebagai media “menggoda”para calon turis lokal untuk datang ke kota yg penuh budaya ini.
Dan benar saja, ternyata guru yang mengajar kali ini adalah juaranya PR di Solo, @RetnoSolo. Ketua PRO SOLO (Komunitas PR Solo) dan Manager PR Hotel Sunan Solo. Kelas hari ini rencananya di buka 15.30, tapi saat itu suasana kota solo gerimis dan terkadang hujan deras. Menjelang jam 4 sore, kelas baru diisi sekitar 10 orang tapi taukah kamu tepat pukul 4 sore, kelas PENUH, tumplek blek. Bahkan ada yang berdiri. Hebat!! Wong solo semangat belajarnya sangat tinggi. Dan yang pasti “Wedok”nya cuantik tenan.
Kelas di buka oleh 2 teman volenteer @akberSolo yang dilanjutin dengan mulainya pembahasan tentang apa yang akan dikerjakan oleh orang PR.
Orang-orang PR harus memiliki analisis yang tajam, komunikasi dengan penguasaan bahasa asing yg kuat disertai mengerti bagaimana teknik publikasi, tapi yang terpenting adalah tau seluk beluk meedia, baik offline maupun online. Apalagi saat ini social media menjadi jalan yang sangat efektif dalam membantu orang PR untuk mendeliver content yang sudah dibuat.
Perbincangan makin hangat di sebuah tempat yang sangat nyaman, peserta banyak yang bertanya mengenai “Bagaimana PR dapat mengatasi Krisis Management/Perusahaan yang sudah terpublish luas di media” . Mbak @RetnoSolo menjelaskan, bahwa PR harus membentuk TIM krisis dengan dukungan yang kuat dari pihak Management tertinggi perusahaan. Disinilah PR akan teruji, karena seluruh kemampuan orang-orang PR akan dikeluarkan. Kemudian untuk mendapatkan kembali hati “consumer” maka PR harus bisa menyentuhkan mereka dengan hati dan trust. Ini persis seperti yang ditulis oleh @yuswohady dalam bukunya “Womanology”.
Hingga akhirnya kelaspun harus ditutup karena waktu hampir mendekati magrhib dan seperti di kelas-kelas akber lainnya, selalu ada yang menarik setelah kelas selesai, foto bersama dan saling ngobrol santai baik tentang PR mauapun ngalor ngidul lainnya. Dan hari ini saya mendapatkan buanyak sekali teman baru dengan culture yang berbeda namun dengan semangat yang sama …..
“Berbagi Bikin Happy”
Terima kasih Solo, sampai jumpa lagi










