Jujur adalah……………..(googling ke wikipedia) , lhoh kok gak ada result yang tepat tentang kata jujur di sana, padahal biasanya setiap topik yang saya ingin tulis di blog selalu saya cari dulu di wikipedia. Segitu rumitkah kata jujur sampe gak ada yang mao nulis tentang maknanya. Ternyata memang benar jujur itu susah-susah gampang, susah kalau ternyata gara-gara jujur kita merasa akan kehilangan opportunity setelah mengakuinya atau malah menjadi gampang kalau kita melihat dari segi kenyataan bahwa kita gak akan kena dampak apapun dari kejujuran itu.
Banyak cerita menarik dibalik kejujuran, banyak yang akhirnya merasa menyesal telah berkata jujur. “Coba tadi gw gak ngaku yah, gak akan begini kan jadinya. Bisa-bisa dipecat nih.” Begitu kata seorang pegawai yang berkata jujur saat kantornya di audit dan dia mengakui adanya “kecurangan” yang sengaja dilakukan atasannya. Kalau saya jadi dia, memang susah posisinya. Antara lepas dari jeratan bosnya atau lepas dari jeratan “Tanggung jawab”.
Saya ingat betul ada sebuah scene di film favorit saya “My name is Khan”, ketika Khan harus menjual produk kosmetik perusahaan kakaknya, dia menjual ke sebuah salon dan melakukan penjelasan marketing yang sangat menarik tapi diujung penjelasannya dia membisikan kepada sang manager salon tersebut bahwa sebenarnya produk dia gak begitu baik dan menyebutkan beberapa kelemahan yang sebenarnya terkandung didalamnya tentu bukan berarti produknya gak layak pakai, dia hanya berusaha untuk merasionalkan pemikiran sang calon pembeli aja. Bodoh!!!, itu yang mungkin kita katakan kepada Khan kalau kita jadi kakaknya yang notabene pemilik produk tersebut TAPI “Wow, anda sangat jujur. Saya mao beli produk ini” begitu kata sang manager salon. hahhaa, menarik yah.
Dari sahabat Hakim bin Hizam, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Kedua orang penjual dan pembeli masing-masing memiliki hak pilih (khiyar) selama keduanya belum berpisah. Bila keduanya berlaku jujur dan saling terus terang, maka keduanya akan memperoleh keberkahan dalam transaksi tersebut. Sebaliknya, bila mereka berlaku dusta dan saling menutup-nutupi, niscaya akan hilanglah keberkahan bagi mereka pada transaksi itu.”[1]
-Sumber http://remajaislam.com/islam-dasar/akhlaq-mulia/136-jujur-akan-menuai-berkah.html -
Yang pasti kejujuran itu selalu terbalik dengan kebohongan, sekali kita jujur mungkin kita bisa berbohong esoknya tapi kalau sekali aja bohong biasanya kebohongan berikutnya akan muncul. Jadi sungguh berat untuk istiqomah hidup dalam kejujuran, perlu perjuangan dan keberanian. Namun yang nikmat dalam kejujuran adalah setelah melakukannya lalu kita berserah apapun yang akan terjadi dalam hidup adalah kekuasan Allah.
Sering saya berfikir tentang kejujuran untuk mengatakan buruknya masa lalu kepada orang yang ingin mengetahui track record kita, haruskah kita mengatakannya? sedangkan kita sudah ingin berubah dan melupakan hal-hal tersebut. Disini ada dilema besar dan sesungguhnya hingga saat ini saya belum mengetahui jawaban yang pasti namun setidaknya saya akan mengatakan apa yang harus dikatakan dan Allah-lah maha sebaik-baiknya penjaga rahasia kita.
Dari banyak referensi yang akhirnya saya ambil, hampir semuanya mengatakan bahwa kejujuran akan membawa keberkahan, berkah yang seperti apa? keberkahan bagi ruh dan jiwa kita kelak di mata Allah dan inipula lah sebaiknya-baiknya keselamatan kita di dunia dan akhirat. Dan yang perlu saya tanamkan bagi diri saya pribadi adalah kejujuran itu merupakan cobaan yang harus dilalui, semakin berat ujiannya maka semakin tinggi level kita mencapainya. Bismillah, perubahan untuk selalu jujur dimulai dengan 3M nya AA-Gym, Mulai dari sendiri, mulai dari hal terkecil dan mulai sekarang.






